Pembangunan pendidikan di Indonesia adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat sebagaimana ditegaskan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang tersebut mengisyaratkan bahwa masyarakat dapat secara aktif turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan, bukti kepedulian masyarakat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Yayasan Tarbiyatul Islamiyah sebagai bagian dari masyarakat merasa terpanggil untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dengan cara mendirikan lembaga pendidikan baik pendidikan formal maupun non-formal dengan jenjang pada pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Keterlibatan Yayasan Tarbiyatul Islamiyah sudah cukup lama dalam penyelenggaraan bidang pendidikan. Lembaga pendidikan yang sudah lama didirikan adalah Pondok Pesantren dan sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Pondok pesantren tersebut bernama Riyadul Ulum Wadd’awah. Pada tahun 1970 didirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sesuai dengan tuntutan zaman, Yayasan Tarbiyatul Islamiyah mendirikan  Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan pada tahun 2003 didirikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kedua sekolah tersebut (SMP dan SMA) diberi nama SMP dan SMA Terpadu Riyadul Ulum Wadd’awah.

Khusus untuk SMP dan SMA dikembangkan dengan model pendidikan terpadu, yaitu dipadukan dengan sistem pendidikan pesantren. Dalam pengembangan kurikulum seperti ini, Yayasan Tarbiyatul Islamiyah mencoba memadukan antara pendidikan agama yang ada dalam pesantren dan pendidikan umum yang dikembangkan dalam kurikulum nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan model pengembangan pendidikan terpadu ini diharapkan lulusan sekolah baik SMP maupun SMA memiliki kompetensi yang berimbang dan terpadu yaitu antara kompetensi spiritual kegamaan, karekter dan pengetahuan yang diberikan oleh kurikulum nasional.

Model pengembangan sistem pendidikan yang terpadu ini, ternyata mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Respon tersebut ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah siswa yang mendaftar baik pada jenjang SMP maupun SMA. Setiap tahun terjadi peningkatan jumlah calon siswa yang mendaftar. Walaupun jumlah peminat yang meningkat, Yayasan Tarbiyatul Islamiyah tetap menjaga mutu lulusan. Upaya yang dilakukan oleh pengelola sekolah yaitu dengan melakukan seleksi yang ketat pada calon siswa. Para siswa yang akan mendaftar baik pada jenjang SMP maupun SMA harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar keagamaan pada jenjangnya (SMP dan SMA). Sehingga dari seluruh calon siswa yang mendaftar tidak semuanya diterima. Walaupun melakukan tes yang cukup ketat tidak mengurangi jumlah calon siswa yang mendaftar dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016 jumlah siswa di SMP dan SMA sekitar 1.800 orang.

Respon masyarakat yang begitu tinggi dalam mengembangkan model pendidikan terpadu dengan memadukan pendidikan agama (pesantren) dan umum menjadi tantangan bagi Yayasan Tarbiyatul Islamiyah untuk mengembangkan suatu model pendidikan terpadu pada tingkat pendidikan tinggi. Apalagi banyak lulusan dari SMA yang ada di Yayasan Tarbiyatul Islamiyah memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan pesantren yang diwadahi oleh jenjang pendidikan tinggi. Atas dasar tuntutan tersebut Yayasan Tarbiyatul Islamiyah memandang perlu untuk mendirikan pendidikan tinggi sebagai upaya untuk melanjutkan misi dari Yayasan Tarbiyatul Islamiyah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan.

Selain tuntutan yang bersifat internal, pendirian lembaga pendidikan tinggi bagi Yayasan Tarbiyatul Islamiyah sangat diperlukan mengingat tantangan global yang terjadi pada saat ini hingga ke depan. Globalisasi merupakan suatu situasi yang menujukkan adanya suatu percepatan perubahan yang disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi informasi. Perubahan-perubahan itu sangat mempengaruhi pola perilaku masyarakat. Arus informasi yang datang dari berbagai penjuru dunia begitu mudah cepat diterima oleh masyarakat melalui berbagai media khususnya media sosial dengan jaringan internet. Masuknya arus informasi ini sudah barang tentu akan membawa pula aspek budaya dari luar yang dalam beberapa hal bisa berbeda dengan budaya yang dimiliki oleh masyarakat. Akibatnya akan menyebabkan tercerabutnya akar-akar budaya yang dimiliki masyarakat.

Disamping mempengaruhi terhadap budaya yang dimiliki oleh masyarakat, arus globalisasi juga akan berpengaruh terhadap penanaman nilai-nilai keagamaan seseorang atau kelompok masyarakat. Pengaruh dari luar dapat saja bertentangan dengan nilai-nilai agama. Penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama akan tercerabut. Oleh sebab itu perlu dibuka program studi yang mampu menanamkan nilai-nilai agama dan juga mampu menanamkan jati diri budaya dan bangsa.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Yayasan Tarbiyatul Islamiyah bertekad untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam (STIABI) Riyadlul Ulum yang membuka program Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sejarah Peradaban Islam (SPI). Pendirian dan pembukaan program studi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, tuntutan internal lembaga. Yayasan Tarbiyatul Islamiyah telah mendirikan Pondok Pesantren dengan nama Pondok Pesantren Riyadul Ulum Wadd’awah. Pondok pesantren ini sudah lama berdiri sejak zaman penjajahan Belanda yaitu sekitar tahun 1920. Sejak tahun 2003 didirikan SMA dengan nama SMA Terpadu Riyadul Ulum Wadd’awah dengan model kurikulum yang dipadukan antara kurikulum  pesantren dengan belajar kitab kuning dan kurikulum sekolah umum. Pada umumnya minat orang tua menyekolahkan anaknya di SMA Riyadul Ulum Wadd’awah memiliki motivasi  ingin mendapatkan pengetahuan dan penanaman nilai-nilai agama dari pondok pesantren. Tuntutan motivasi orang tua tersebut ternyata masih ada pada saat anaknya lulus dari SMA. Para orang tua banyak menuntut agar Yayasan Tarbiyatul Islamiyah mendirikan perguruan tinggi yang dipadukan dengan kurikulum pesantren atau perguruan tinggi terpadu. Harapan orang tua agar anaknya mendapatkan pendidikan pesantren pada tingkat pendidikan tinggi. Mereka menginginkan agar anaknya kelak mendapatkan pengetahuan agama yang bersumber dari nilai-nilai pesantren dan pengetahuan umum yang bersumber dari program studi umum yang didirikan oleh Yayasan Tarbiyatul Islamiyah.

Kedua kondisi perguruan tinggi di Tasikmalaya di Kota Tasikmalaya belum ada perguruan tinggi yang membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dan Sejarah Peradaban Islam. Beberapa perguruan tinggi agama Islam yang ada di Kota Tasikmalaya yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tasikmalaya, STAI Nahdlatul Ulama (STAINU), dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Hidayah, belum membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sejarah dan Peradaban Islam (SPI).

Ketiga, kebutuhan masyarakat dan peluang kerja sarjana lulusan Bahasa dan Sastra Arab sangat diperlukan. Keperluan ini didasarkan pada realitas lembaga pendidikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya banyak tersebar pondok pesantren. Lulusan pondok pesantren banyak yang menghasilkan para ulama yang akan membimbing keagamaan masyarakat. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang ulama adalah kemampuan berbahasa Arab. Pemahaman terhadap bahasa dan sastra Arab akan menjadi penting bagi seorang ulama agar dapat mudah memahami sumber-sumber literatur Islam yang lebih primer khususnya yang berbahasa Arab. Banyak sekali teks-teks literatur Islam yang menggunakan bahasa Arab. Dengan demikian bagi seorang ulama bahasa Arab merupakan alat utama untuk menambah pengetahuan tentang Islam.

Keempat Untuk menghadapi persaingan dan pergaulan antar bangsa dibutuhkan adanya kemampuan berbahasa. Salah satu bahasa yang menjadi bahasa dunia adalah bahasa Arab. Bahasa Arab adalah salah satu bahasa PBB dan banyak dipakai dalam pergaulan dunia khususnya di negara-negara yang berpenduduk Islam. Negara-negara Islam merupakan negara-negara yang berada di belahan timur dunia. Prediksi ke depan pertumbuhan ekonomi dunia akan bergeser dari Barat ke Timur. Kondisi seperti ini akan menjadi suatu peluang besar bagi para pencari tenaga kerja. Lulusan program studi Bahasa Arab akan memiliki daya saing yang sangat signifikan di era persaingan tenaga kerja dalam menghadapi globalisasi.

Kelima, kebutuhan masyarakat dan peluang kerja sarjana lulusan Prodi  Sejarah dan Peradaban Islam sangat diperlukan. Keperluan ini didasarkan pada realitas lembaga pendidikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya banyak tersebar pondok pesantren. Lulusan pondok pesantren banyak yang menghasilkan para ulama yang akan membimbing keagamaan masyarakat. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang ulama adalah pemaham terhadap sejarah Islam. Pemahaman terhadap sejarah akan menjadi penting bagi seorang ulama agar bisa menjadi salah satu pendekatan dalam memahami fenomena dalam masyarakat. Masyarakat adalah suatu relaitas yang berubah dan perubahan itu disebabkan oleh salah satunya adalah sejarah perjalanan suatu masyarakat. Dakwah seorang ulama akan sangat komprehensif bila memahami aspek sejarah.

Keenam tantangan ke depan sebagai upaya untuk menghadapi globalisasi. Selain masalah penanaman nilai agama dan budaya di era globalisasi ke depan, akan dihadapkan adanya kompetisi tenaga kerja. Globalisasi telah membawa masyarakat dan menjadi warga dunia. Sekat-sekat geografis antara negara menjadi sempit dan terjadi transparansi dalam pergaulan antar umat manusia dalam pergaulan. Program studi sejarah dan peradaban Islam sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. Kajian sejarah merupakan kajian tentang aktivitas manusia di masa lalu. Secara keruangan kajian sejarah akan memahami perjalanan aktivitas bangsa-bangsa baik bangsa Indonesia maupun bangsa lainnya. Bahkan tumbuh dan berkembangnya peradaban umat manusia akan mudah dipahami dengan kajian sejarah, karena sejarah merupakan disiplin ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan budaya dan peradaban umat manusia.

Pemahaman manusia terhadap apa yang terjadi di masa lalu akan memberikan pelajaran, karena peristiwa-peristiwa di masa lalu memiliki nilai edukatif. Nilai edukatif dari sejarah adalah penanaman terhadap jati diri dan penanaman cinta terhadap budaya khususnya budaya bangsa. Dengan demikian pendirian program studi sejarah memiliki signifikansi yang penting dalam menghadapi dampak arus globalisasi. Penanaman nilai-nilai sejarah akan berkorelasi terhadap penanaman nilai-nilai budaya.

STIABI Riyadlul Ulum menerapkan visinya yaitu, “Menjadi pusat pendidikan unggulan berbasis pesantren dan wirausaha yang mengintegrasikan sains, teknologi dan ilmu-ilmu kemanusiaan dengan ilmu-ilmu keislaman pada tahun 2030.”

Lalu misi yang akan dilaksanakan adalah:

  1. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan tinggi dalam rangka mengembangkan sains, teknologi, ilmu-ilmu kemanusiaan dari perspektif Islam yang dapat merespon tantangan global.
  2. Berperan aktif mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui penelitian dan pengabdian masyarakat guna memajukan peradaban Islam demi kesejahteraan umat dan bangsa Indonesia.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan holistik yang mencakup kognitif, afektif dan psikomotorik berbasis pesantren dan kewirausahaan.

Adapun tujuan STIABI Riyadlul Ulum adalah:

  1. Menghasilkan insan paripurna yang berakhlakul karimah dan berwawasan ilmiah yang mampu mengamalkan ilmunya secara kreatif dan inovatif sehingga dapat memecahkan masalah umat dan bangsa, serta sanggup berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional melalui program pendidikan diploma, sarjana, pascasarjana, dan profesi.
  2. Menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berdasarkan nilai-nilai keislaman yang dapat merespon tantangan global.
  3. Menghasilkan penelitian yang antisipatif dan adaptif terhadap tantangan masa depan dan bermanfaat bagi umat manusia.
  4. Menjadi pusat pendidikan yang berbasis pesantren dan kewirausahaan.

Yayasan Tarbiyatul Islamiyah (YTI) mendesain lembaga pendidikan tinggi (STIABI Riyadlul Ulum) yang ada dalam naungannya untuk menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dan berpengaruh baik pada level regional, nasional maupun internasional. Untuk mencapai cita-cita tersebut, YTI membedakan antara manajemen pengelolaan dan manajemen pengembangan perguruan tinggi. Manajemen pengelolaan perguruan tinggi adalah usaha untuk menata dan mengatur seluruh kegiatan layanan pendidikan baik dalam hal akademik maupun akademik, sedangkan manajemen pengembangan perguruan tinggi lebih diarahkan pada upaya menumbuh-kembangkan lembaga agar terus maju secara bertahap dari waktu ke waktu.

Manajemen pengelolaan dan pengembangan ini telah dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan yang telah ada, dari level dasar dan menengah di mana tiap tahunnya, alhamdulillah terus mengalami grafik kemajuan baik secara kualitatif dan kuantitatif sehingga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari masyarakat luas sebagai pengguna jasa pendidikan. Saat ini YTI mengelola lembaga pendidikan yaitu MI, SMP (2 unit) dan SMA dan mengelola lebih dari 2.000 santri. Khusus untuk santri pada level SMP dan SMA mereka diwajibkan untuk tinggal di asrama dan mendapatkan pengalaman pendidikan integral yang menyentuh seluruh aspek pendidikan.

Hadirnya Sekolah Tinggi Ilmu Adab dab Budaya Islam (STIABI) Riyadlul Ulum didesain untuk menjadi penyangga bagi kesuksesan pengelolaan pendidikan di level bawahnya dan dicanangkan untuk menjadi universitas yang bermutu dan berarti dalam pengembangan keilmuan sains, kemanusiaan, keislaman serta kewirausahaan. STIABI Riyadlul Ulum diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. 

Manajemen yang akan dikembangkan agar STIABI Riyadlul Ulum tumbuh secara wajar, dinamis, dan terhindar dari hambatan psikologis harus menumbuh-kembangkan suasana kebersamaan, keterbukaan, tanggung jawab, akuntabilitas dan profesional. Sebagai lembaga pendidikan STIABI Riyadlul Ulum memiliki peran dan tanggung jawab menumbuh-kembangkan mahasiswa yang penuh harap agar kelak menjadi manusia yang berkualitas berguna bagi masyarakat dan bangsanya.

Sedemikian berat beban yang harus diemban oleh STIABI Riyadlul Ulum, oleh karena itu lembaga ini harus menggalang kekuatan bersama untuk menyangga beban berat tersebut. Sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kebersamaan yang kukuh, STIABI Riyadlul Ulum harus menjauhkan diri dari pengaruh atmosfir politik, sebab kampus bukan lembaga politik melainkan lembaga akademik. Oleh sebab itu usaha untuk menjaga keutuhan, kebersamaan dan partisipasi semua pihak dalam kehidupan kampus ini, harus ditempatkan pada posisi strategis yang tidak boleh diabaikan. Partisipasi semua pihak sebagai syarat agar STIABI Riyadlul Ulum dapat tumbuh sehat, harus dikelola berdasarkan atas profesionalisme dan rasionalisme yang merupakan ciri khas perguruan tinggi. Sejalan dengan hal itu maka STIABI Riyadlul Ulum sebagai perguruan tinggi harus dikelola dengan sistem manajemen secara modern bukan secara tradisional.

1. KOMPETENSI PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA ARAB

    KOMPETENSI LULUSAN 

    SUB KOMPETENSI LULUSAN 

a.  Kekokohan Aqidah dan Kedalaman Spiritual

  • Memiliki keimanan yang benar terhadap Allah, Malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, hari akhir dan qada’ dan qadar.
  • Mengembangkan dzikir dan fikir terhadap fenomena qauliah dan kauniah.
  • Memiliki komitmen untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah.

b.  Keluhuran Akhlak

  • Berfikir, berbicara dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam
  • Memiliki rasa tanggung jawab, harga diri, integritas, mampu bersosialisasi, dan saling menghormati
  • Memiliki rasa kebangsaan, kebhinekaan, solidaritas sosial, dan kepedulian yang tinggi terhadap alam dan lingkungan hidup.
  • Berfikir dan bersikap ilmiah dan kreatif

c.  Keluasan Ilmu

  • Memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang benar dan baik dalam konteks akademik.
  • Memiliki kemampuan dasar berbahasa Arab sebagai alat untuk mengkaji ilmu-ilmu keislaman.
  • Menguasai keterampilan berbahasa Arab tingkat mutaqaddim dengan baik.
  • Memiliki pemahaman yang baik tentang sejarah sastra Arab.
  • Memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan peradaban masyarakat Indonesia, masyarakat muslim, masyarakat Arab dan memiliki pemahaman lintas budaya.
  • Menguasai ilmu Linguistik dan teori sastra dan budaya Arab.
  • Menguasai metodologi penelitian bahasa dan analisis sastra Arab dan mampu mengaplikasikannya untuk mengkaji dan mengapreasiasi karya sastra berperspektif Islam.
  • Menguasai dasar-dasar ilmu keislaman sebagai landasan berfikir dan pengembangan keilmuan.

d.  Kematangan Profesional

  • Memilki sikap dan kemampuan professional untuk melaksanakan pekerjaan.
  • Mampu memanfaatkan kemampuan berbahasa dan penguasaan ilmu bahasa dan sastra untuk menekuni dan mengembangkan berbagai bidang profesi yang relevan, misalnya bidang penelitian, perencanaan, dan pengembangan bahasa, bidang penerjemahan, bidang pengajaran, bidang parawisata, dan bidang jurnalistik.
  • Memiliki kemampuan menjadi penggerak masyarakat dan pengembangan bahasa, sastra, budaya dan aktifitas sosial-keagamaan.

STRUKTUR PROGRAM DAN DISTRIBUSI MATA KULIAH PROGRAM BAHASA DAN SASTRA ARAB

1. Mata Kuliah Kompetensi Dasar (MKKD) 

No Kode MK Nama MK SKS
1 KD1201001 Tafsir dan Ilmu Tafsir 3
2 KD1201002 Hadits dan Ilmu Hadits 3
3 KD1201003 Fiqh dan Ushul Fiqh 3
4 KD1201004 Bahasa Inggris 1 3
5 KD1201005 Sejarah dan Peradaban Islam (BSA) 3
6 KD1201006 Bahasa Arab (SPI) 3
7 KD1201007 Ilmu Kalam dan Tauhid 3
8 KD1201008 Islamic Worldview  3
9 KD1202009 Filsafat Islam 3
10 KD1202010 Akhlak dan Tasawuf 3
11 KD1202011 Bahasa Inggris 2 3
12 KD1202012 Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 3
13 KD1202013 Filsafat Ilmu 3
14 KD1202014 Bahasa Indonesia 3
15 KD1202015 Pendidikan Kewarganegaraan 3
16 KD1203016 Bahasa Inggris 3 3
17 KD1203017 Pendidikan Pancasila 3
18 KD1204018 Kewirausahaan 3
    Jumlah 51


2. Mata Kuliah Kompetensi Elektif (MKK
E)

No Kode MK Nama MK SKS
1 KE0107001 Metode Pengajaran Bahasa Arab (Elektif Konsentrasi Pengajaran Bahasa Arab) 3
2 KE0107002 Pengembangan Kurikulum Pengajaran Bahasa Arab (Elektif Konsentrasi Pengajaran Bahasa Arab) 3
3 KE0107003 Semiotika (Elektif Konsentrasi Linguistik) 3
4 KE0107004 Leksikologi (Elektif Konsentrasi Linguistik) 3
5 KE0107005 Kritik Sastra (Elektif Konsentrasi Sastra) 3
6 KE0107006 Sastra Islam Indonesia (Elektif Konsentrasi Sastra) 3
    Jumlah 6 (18)


BEBAN STUDI

Beban studi mahasiswa untuk menyelesaikan program sarjana (S1) Program studi Bahasa dan Sastra Arab harus menyelesaikan beban studi 157 SKS, terdiri dari:

  1. MKKD: Mata Kuliah Kompetensi Dasar  : 51      SKS
  2. MKKU: Mata Kuliah Kompetensi Utama : 100    SKS
  3. MKKE: Mata Kuliah Kompetensi Elektif  : 6        SKS

Jumlah                                                                : 157    SKS  

PROSPEK PEKERJAAN

Program Studi Bahasa dan Sastra Arab memiliki peluang kerja yang sangat luas antara lain:

  1. Instansi pemerintahan
  2. Media/jurnalis
  3. Penerjemah/interpreter di instansi pemerintahan maupun swasta
  4. Tour Guide
  5. Wirausaha
  6. Pengajar di lembaga negeri maupun swasta.

KOMPETENSI PROGRAM STUDI SEJARAH PERADABAN ISLAM

KOMPETENSI LULUSAN SUB KOMPETENSI LULUSAN

1. Kekokohan Akidah dan Kedalaman Spiritual

  • Memiliki keimanan yang benar terhadap Allah, Malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, hari akhir dan qada’ dan qadar.
  • Mengembangkan dzikir dan fikir terhadap fenomena qauliah dan kauniah.
  • Memiliki komitmen untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah.

2. Keluhuran Akhlak

  • Berfikir, berbicara dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam
  • Memiliki rasa tanggung jawab, harga diri, integritas, mampu bersosialisasi, dan saling menghormati
  • Memiliki rasa kebangsaan, kebhinekaan, solidaritas sosial, dan kepedulian yang tinggi terhadap alam dan lingkungan hidup.
  • Berfikir dan bersikap ilmiah dan kreatif
  • menjadi seorang muslim yang berakhlak mulia, memegang teguh nilai-nilai keislaman, integritas, dan rasa nasionalisme  untuk membangun negara;

3. Keluasan Ilmu

  • Memiliki kemampuan mengembangkan diri secara terus-menerus (belajar sepanjang hayat), serta meningkatkan kemampuan seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi;
  • Menguasai filsafat, konsep, dan teori-teori sejarah untuk memahami fakta-fakta sejarah secara komprehensif dan memperoleh pengetahuan baru;
  • Menguasai historiografi dan ilmu-ilmu bantu sejarah untuk membedakan sumber-sumber utama dan sekunder; serta menghubungkan antara masa kini dan lalu;
  • Menggunakan bahasa asing dan teknologi informasi dan komunikasi untuk menjelajahi sumber-sumber informasi; dan menyampaikan gagasan dan pikiran melalui komunikasi lisan atau tulis;
  • Memanfaatkan filsafat, konsep, dan teori-teori sejarah budaya menyelesaikan masalah-masalah kesejarahan dan kebudayaan;
  • Menggunakan ilmu-ilmu bantu sejarah untuk menjelaskan sumber-sumber utama dan sekunder dalam sejarah dan kebudayaan Islam; dan

4. Kematangan Profesional

  • Bertanggungjawab terhadap pekerjaan dalam bidang sejarah dan kebudayaan Islam, baik sebagai pribadi maupun anggota kelompok/organisasi;
  • Menggunakan historiografi dan metode penelitian sejarah untuk merekonstruksi peristiwa-peristiwa sejarah; dan mampu menghubungkan antara masa kini dan lalu.

STRUKTUR PROGRAM DAN DISTRIBUSI MATA KULIAH PROGRAM STUDI SEJARAH PERADABAN ISLAM

1. Mata Kuliah Kompetensi Dasar (MKKD)

No Kode MK Nama MK SKS
1 KD1201001 Tafsir dan Ilmu Tafsir 3
2 KD1201002 Hadits dan Ilmu Hadits 3
3 KD1201003 Fiqh dan Ushul Fiqh 3
4 KD1201004 Bahasa Inggris 1 3
5 KD1201005 Sejarah dan Peradaban Islam (BSA) 3
6 KD1201006 Bahasa Arab (SPI) 3
7 KD1201007 Ilmu Kalam dan Tauhid 3
8 KD1201008 Islamic Worldview  3
9 KD1202009 Filsafat Islam 3
10 KD1202010 Akhlak dan Tasawuf 3
11 KD1202011 Bahasa Inggris 2 3
12 KD1202012 Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 3
13 KD1202013 Filsafat Ilmu 3
14 KD1202014 Bahasa Indonesia 3
15 KD1202015 Pendidikan Kewarganegaraan 3
16 KD1203016 Bahasa Inggris 3 3
17 KD1203017 Pendidikan Pancasila 3
18 KD1204018 Kewirausahaan 3
    Jumlah 51

2. Mata Kuliah Kompetensi Kompetensi Utama (MKKU)

No Kode MK Nama MK SKS
1 KU0203001 Pengantar Ilmu Sejarah 3
2 KU0203001 Sejarah Islam Periode Klasik 3
3 KU0203002 Pengantar Ilmu Budaya 3
4 KU0203003 Sejarah Agama-agama 3
5 KU0203004 Ilmu Politik 3
6 KU0204005 Sejarah Dunia 3
7 KU0204006 Sejarah Islam Indonesia 3
8 KU0204007 Sejarah Pemikiran Islam I 3
9 KU0204008 Sejarah Pergerakan Nasional 3
10 KU0204009 Sejarah Islam Periode Pertengahan 3
11 KU0204010 Sosiologi 3
12 KU0205011 Sejarah Pemikiran Islam II 3
13 KU0205012 Arkeologi 3
14 KU0205013 Sejarah Islam Periode Modern I 3
15 KU0205014 Filologi 3
16 KU0205015 Penelitian Arsip 3
17 KU0205016 Sejarah Islam Minoritas 3
18 KU0206017 Sejarah Islam Periode Modern II 3
19 KU0206018 Antropologi 3
20 KU0206019 Etnografi 3
21 KU0206020 Historiografi 3
22 KU0206021 Teori Kebudayaan 3
23 KU0206022 Bibliografi Sejarah Islam 3
24 KU0206023 Sejarah Lisan 3
25 KU0207024 Kajian Naskah Arab 3
26 KU0208025 Kuliah Kerja Nyata 4
27 KU0208026 Skripsi 6
    Jumlah 85

3. Mata Kuliah Kompetensi Elektif (MKKE)

No Kode MK Nama MK SKS
1 KE0207001 Historiografi Islam (Elektif Konsentrasi Sejarah) 3
2 KE0207002 Jurnalistik Sejarah (Elektif Konsentrasi Sejarah) 3
3 KE0207003 Filsafat Sejarah (Elektif Konsentrasi Sejarah) 3
4 KE0207004 Metode Penelitian Sejarah (Elektif Konsentrasi Sejarah) 3
5 KE0207005 Seminar Sejarah (Elektif Konsentrasi Sejarah) 3
6 KE0207006 Budaya Populer (Elektif Konsentrasi Kebudayaan) 3
7 KE0207007 Filsafat Kebudayaan (Elektif Konsentrasi Kebudayaan) 3
KE0207008 Hubungan Antar Budaya (Elektif Konsentrasi Kebudayaan) 3
KE0207009 Metode Penelitian Budaya (Elektif Konsentrasi Kebudayaan) 3
10  KE0207010 Seminar Budaya (Elektif Konsentrasi Kebudayaan) 3
    Jumlah 15 (30)


BEBAN STUDI

Beban studi mahasiswa untuk menyelesaikan program sarjana (S1) Program studi Sejarah dan Peradaban Islam harus menyelesaikan beban studi 151 SKS, terdiri dari:

  1. MKKD: Mata Kuliah Kompetensi Dasar  : 51      SKS
  2. MKKU: Mata Kuliah Kompetensi Utama : 85      SKS
  3. MKKE: Mata Kuliah Kompetensi Elektif  : 15      SKS

Jumlah                                                       : 151    SKS  

PROSPEK PEKERJAAN

Program Studi Kependidikan Islam memiliki peluang kerja yang sangat luas antara lain:

  1. Pegawai di berbagai instansi
  2. Analis data di berbagai perusahaan
  3. Peneliti bidang sejarah dan peradaban Islam
  4. Penulis bidang sejarah dan peradaban Islam
  5. Pegawai Museum
  6. Pegawai di lembaga arsip sejarah
  7. Pengajar ilmu sejarah dan peradaban Islam
  8. Wirausaha